Mawar>Hama & Penyakit

 

HAMA DAN PENYAKIT

Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala dalam budidaya mawar bunga potong baik di dalam rumah lindung maupun di tempat terbuka. Beberapa jenis hama dan penyakit dapat menyerang akar, batang, daun dan bunga tanaman mawar dan menyebakan kerusakan mulai dari yang ringan sampai berat yang mengakibatkan bunga tidak layak panen atau jual. Padahal tuntutan konsumen akan kualitas bunga sangat tinggi, karena mawar bunga potong dinilai dari estetikanya.

Kutu daun atau aphid

Kutu daun merupakan salah satu hama penting pada tanaman mawar. Ukuran tubuh dewasa 2 – 5 mm, warna hijau. Siklus hidup 13,2 hari, lama hidup 21 hari dgn melahirkan 19 nimfa. Hidup berkelompok pada daun muda atau tangkai atau kuncup bunga dan bila populasi tinggi sayap terbentuk dan pindah ke tanaman lain. Hama tersebut merusak tanaman dengan cara mengisap cairan sel pada pucuk, daun muda dan kuncup bunga. Akibatnya bentuk dan perkembangan bagian yang terserang menjadi abnormal. Selain itu hama ini sangat rakus mengisap cairan tanaman dan cairan tersebut banyak dibuang sebagai kotoran melalui lubang dubur. Cairan tersebut merupakan media yang baik bagi pertumbuhan jamur embun jelaga hitam. Embun jelaga akan tumbuh dengan cepat dan menutupi permukaan daun sehingga fotosintesa terganggu dan pada akhirnya akan berakibat buruk terhadap pertumbuhan tanaman. Selain itu, hama aphid juga berperan sebagai vektor atau pembawa penyakit virus mosaik. Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif deltametrin, klorfirfos.

 

Gb. 7. Serangan kutu daun atau aphid pada daun mawar.


Thrips

            Hama thrips dewasa memiliki ukuran tubuh lebih kurang 1 mm dan berkembang biak dengan cara bertelur. Hama tersebut menyerang bunga, tunas daun dan ranting sejak stadia nimfa sampai dewasa. Bila bagian bunga diserang pada saat masih kuncup dan bagian tepi petal dimakan, maka akan menyebakan petal bunga menjadi warna coklat dan pada saat mekar akan berubah bentuk.

Setelah bunga mulai membuka atau mekar, thrips akan berpindah ke bagian dalam bunga dan berkembang biak dengan cepat. Akibatnya kerusakan bunga akan menjadi lebih berat dan parah. Gejala serangan pada daun ditunjukkan dengan bentuk daun yang berubah menjadi keriput, ukuran mengecil dan tepinya menggulung ke bawah.

Sebagai tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cara membuang bunga-bunga yang tidak layak panen. Pengendalian secara kimiawi dapat menggunakan insektisida berbahan aktif deltametrin, klorfirifos, asefat dll.

Gambar: Serangan thrips pada bunga mawar.

 


Kutu perisai atau kutu dompolan

Kutu dompolan memiliki tubuh berwarna putih dengan bintik hitam pada bagian tengah. Hidup begerombol di pangkal batang, batang utama, dan ranting-ranting. Berkembang biak dengan cara bertelur. Hama ini menyerang sejak lahir (nimfa muda) sampai dewasa dengan cara mengisap cairan tanaman dengan stiletnya yang menyerupai selang kecil yang ditusukkan ke dalam kulit batang. Pada serangan berat mengakibatkan pertumbuhan dan pembentukan tunas baru terhambat, akhirnya tunas baru akan merana, mengering dan mati.

Hama ini umumnya terbawa oleh batang bawah dari bibit yang ditanam. Oleh karena itu, sebagai pencegahan awal bibit yang akan digunakan harus bebas dari hama tersebut atau paling tidak dibersihkan dari hama tersebut sebelum ditanam. Untuk mencegah agar hama tersebut berkembang, maka sebaiknya dilakukan monitoring secara rutin.

Bila serangan sudah ditemukan, maka langsung dibersihkan dengan sikat gigi yang mengandung cairan detergen dan insektisida. Bila serangan sudah lanjut, bagian tanaman yang terserang terlebih dahulu dibersihkan dengan sikat gigi yang mengandung cairan detergen yang mengandung pelembut (softtener), insektisida dan sedikit oli mesin. Setelah bersih baru disemprot dengan insektisida secara rutin

Gambar: Serangan kutu perisai atau kutu dompolan.

Tungau (Mite)

Tungau merupakan salah satu hama penting pada budidaya mawar bunga potong di rumah lindung. Ukuran tubuhnya kurang dari 1 mm dan berwarna kemerahan. Hama tersebut menyerang tanaman sejak menetas sampai dewasa. Gejala serangan hama tersebut ditandai bercak-bercak kecil berwarna kuning kecoklatan dan adanya jalinan benang-benang halus menyerupai benang sarang labah-labah. Serangan hama tersebut menyebabkan daun berwarna kuning keperak-perakan, tidak berkemabng normal, mengering dan akhirnya gugur.

 

Populasi hama akan berkembang cepat pada musim kemarau, kondisi rumah lindung kurang lembab dan tanaman kurang penyiraman. Serangan hama tersebut dapat dicegah dengan penyiraman secara rutin setiap hari. Siraman air akan menyebabkan hama tersebut jatuh ke tanah dan populasi hama pada tanaman akan berkurang, Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif piridaben, dikofol, propargit dll.

Gambar : Gejala serangan tungau (mite).

Penyakit bercak hitam (cendawan Diplocarpon rosae)

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman mawar. Serangan hama mencapai puncaknya pada musim penghujan terutama pada tanaman mawar yang dibudidayakan di tempat terbuka. Gejala serangan penyakit ini ditandai oleh adanya bercak-bercak hitam pada permukaan atas daun & ranting muda. Infeksi yang berat mengakibatkan daun rontok. Penyebaran penyakit melalui percikan air dari satu daun ke daun lainnya baik dalam satu tanaman maupun dengan tanaman lain. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida berbahan aktif mankozeb, propineb, tembaga oksi sulfat.

                                                            

Gambar : Gejala serangan penyakit bercak hitam.

Embun Tepung (cendawan Spaerotheca pannosa)

Penyakit embun tepung merupakan masalah utama dalam budidaya mawar di dalam rumah lindung. Penyakit tersebut akan berkembang cepat pada kondisi lingkungan yang lembab. Penyakit tersebut terutama menyerang bagian daun, tetapi pada serangan berat juga ditemukan pada ranting dan bunga.

         Gejala serangan ditandai adanya lapisan menyerupai tepung pada bagian tanaman yang terserang. Serangan penyakit tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Untuk mengendalikan penyakit tersebut dapat digunakan fungisida dengan bahan aktif mankozeb, propineb, tembaga oksi sulfat dll.

Gambar : Gejala serangan penyakit embun tepung.

 

Penyakit kanker (tumor)

Penyebabnya adalah bakteri Agrobacterium tumefaciens. Penyakit ini menyerang bagian akar, batang dan cabang. Warnanya coklat sampai coklat kehitaman, berbentuk agak membulat dan mengeras. Tumor muda biasanya lembut dan menyerupai busa dan setelah tua tumor akan mengeras, kaku dan berkayu. Patogen penyebab tumor masuk ke tanaman melalui luka yang disebabkan oleh hembusan angin, pemangkasan dan pemindahan tanaman.

         Tanaman yang terserang oleh tumor akan kerdil, menghasilkan daun yang lebih kecil dan klorotik serta lebih peka terhadap stres lingkungan. Pada serangan berat menyebabkan tanaman mati. Bakteri tersebut dapat bertahan dan hidup dalam tanah lebih dari 10 tahun, sehingga jika menemukan tanaman terserang harus segera dibongkar dan dimusnahkan dengan cara dibakar. Penyakit tersebut dapat menyebar melalui tanah, air dan alat yang telah terinfeksi

Gambar : Gejala serangan penyakit kanker/tumor.

Virus mosaik

Virus mosaik merupakan salah satu jenis penyakit yang ditemukan pada tanaman mawar. Gejala mosaik serangannya ditandai oleh garis/bercak tak beraturan berwarna lebih terang dari warna dasar daun. Penyakit tersebut bersifat sistemik dan menyebabkan daun menjadi abnormal maupun ukuran dan bentuknya. Di samping itu pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Penularan melalui perbanyakan stek batang bawah dan mata tempel yg telah terinfeksi virus. Untuk mencegah serangan penyakit tersebut maka bibit yang digunakan harus bebas virus. Oleh karena itu, riwayat asal bibit sebaiknya diketahui. Apabila mennemukan tanaman dengan gejala seperti itu, maka tanaman tersebut dibongkar dan kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar.

Gambar : Serangan virus mozaik pada daun mawar.